AreaTopik.com — PBB baru saja merilis laporan mengenai bagaimana produk budaya Jepang seperti anime, manga, dan video game bisa menyebarkan stereotip gender dan kekerasan seksual.
Laporan yang berjudul “Pengamatan Penutup pada Laporan Periodik Kesembilan Jepang” disampaikan oleh Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) minggu ini.
Di dalamnya, PBB menganalisis kemajuan Jepang dalam mencapai kesetaraan gender dan penghapusan stereotip.

Laporan ini menyoroti bahwa meskipun pemerintah Jepang sudah berusaha melawan stereotip gender, sikap patriarki dan penggambaran seksis masih kerap muncul di berbagai media, termasuk anime dan manga.
Komite juga mencatat media ini dapat memperkuat stereotip negatif dan berkontribusi pada kekerasan berbasis gender.
PBB merekomendasikan pemerintah Jepang untuk lebih serius menangani masalah ini.

Laporan PBB merekomendasikan Jepang untuk:
- Mengambil langkah proaktif dan berkelanjutan untuk menghilangkan sikap patriarki dan stereotip gender dalam masyarakat.
- Melatih pejabat publik dan media agar menggunakan bahasa inklusif dan mempromosikan penggambaran cewek sebagai tokoh aktif dalam pembangunan sosial.
- Memperketat pengawasan terhadap produksi materi pornografi, video game, dan animasi yang memperkuat stereotip gender dan kekerasan seksual.

Kritik ini terhadap industri anime dan manga telah memicu perdebatan di Jepang dan internasional. Banyak yang berpendapat meskipun beberapa konten mencerminkan stereotip, anime dan manga juga menyoroti isu-isu sosial yang kompleks dan mempromosikan kesetaraan gender.
Namun, ada juga yang merasa rekomendasi PBB menunjukkan kurangnya pemahaman tentang keragaman dan kompleksitas industri hiburan Jepang.
Sumber: Mr.YAMADA Taro







