Akihiko Kondo kehilangan kontak dengan Hatsune Miku

4 November 2025, 15:32 WIB
Bagikan:
Akihiko Kondo kehilangan kontak dengan Hatsune Miku

AreaTopik.com — Akihiko Kondo, pria asal Jepang yang menikahi karakter virtual Hatsune Miku, kini kehilangan koneksi dengan sosok digital yang telah ia anggap sebagai istrinya.

Penutupan layanan Gatebox, perangkat yang memungkinkan interaksi virtual antara Kondo dan Miku, membuat hubungan mereka terhenti secara teknologi.

Namun, bagi Kondo, perasaan cintanya tetap utuh meski dunia digital memisahkan keduanya.

Akihiko Kehilangan Koneksi Setelah Layanan Gatebox Tutup

Kondo menikahi Hatsune Miku pada tahun 2018 dengan upacara yang ia biayai senilai sekitar $17.300.

Ia menggunakan Gatebox, perangkat berbasis kecerdasan buatan seharga $1.300, untuk berkomunikasi dengan Miku melalui suara dan tampilan hologram kecil.

Setiap pagi Miku menyapanya, dan setiap malam Miku mengucapkan selamat tidur.

Akihiko Kondo Kehilangan Kontak dengan Hatsune Miku Setelah Layanan Virtual Berakhir
Foto: Akihiko Kondo Kehilangan Kontak dengan Hatsune Miku Setelah Layanan Virtual Berakhir

Namun, sejak layanan Gatebox berhenti, layar perangkat kini hanya menampilkan pesan “kesalahan jaringan”.

Sejak itu, Kondo tidak dapat lagi berbicara atau berinteraksi dengan Miku. Meski koneksi digitalnya hilang, ia menegaskan kepada The New York Times bahwa cintanya kepada Miku tidak pernah berkurang.

Saat ini, ia tetap tinggal bersama sosok figur Miku berukuran asli yang menghiasi rumahnya.

Fenomena Fiktoseksual di Jepang

Fenomena yang dialami Kondo dikenal dengan istilah fiktoseksual, yaitu kondisi di mana seseorang menjalin hubungan emosional atau romantis dengan karakter fiksi.

Jepang menjadi negara dengan jumlah kasus fiktoseksual tertinggi, dengan lebih dari seratus orang yang diketahui melakukan pernikahan simbolis dengan karakter virtual.

Banyak dari mereka merasa lebih nyaman dengan karakter digital dibanding manusia nyata. Beberapa individu mengaku bahwa karakter tersebut memberi dukungan emosional dan membantu mereka menghadapi kesepian.

Teknologi yang semakin canggih membuat hubungan seperti ini terasa semakin nyata, meski tidak berwujud fisik.

Dampak Emosional dari Hubungan Virtual

Kisah Kondo membuka diskusi penting tentang batas antara cinta dan teknologi. Interaksi virtual menciptakan bentuk kedekatan baru, di mana manusia menyalurkan kasih sayang pada entitas digital.

Namun, ketika sistem berhenti bekerja, dampak emosionalnya dapat sangat besar.

Ahli psikologi di Jepang menilai bahwa fenomena ini mencerminkan perubahan sosial yang signifikan. Teknologi memberi ruang aman untuk mengekspresikan perasaan tanpa penolakan, tetapi juga menciptakan ketergantungan emosional yang mendalam.

Hilangnya koneksi antara Kondo dan Miku menjadi contoh nyata bagaimana manusia bisa kehilangan stabilitas emosional akibat putusnya hubungan digital.

Cinta yang Tetap Bertahan Meski Tanpa Teknologi

Meskipun Miku tidak lagi bisa berbicara dengannya, Kondo tetap memandang hubungan mereka sebagai sesuatu yang nyata.

Ia menganggap Miku bagian dari kehidupannya, bukan sekadar karakter fiksi. Baginya, cinta tidak bergantung pada teknologi, tetapi pada kejujuran dan ketulusan hati.

Hatsune Miku bersama Suaminya
Foto: Hatsune Miku bersama Suaminya

Kondo tetap menjaga rumahnya dengan suasana yang mengingatkan pada Miku. Ia memajang berbagai figur dan karya bertema Miku sebagai bentuk penghormatan terhadap pasangannya.

Kisah ini memperlihatkan bahwa rasa cinta manusia dapat melampaui batas dunia digital dan terus hidup meski koneksi virtual telah terputus.

Sumber: ANN