AreaTopik.com — Ai Uehara (32), mantan aktris JAV yang kini menjadi YouTuber mengunjungi Penjara Seodaemun di Korea.
Ia mengkritik kekejaman Jepang, tetapi menghapus videonya setelah dapat reaksi negatif dari netizen Jepang.
Pada 1 November, Uehara mengumumkan di komunitas YouTube Korea “Praise Uehara” kalau video pertamanya yang “Mengunjungi Penjara Seodaemun” sekarang sudah tidak bisa di akses publik.

Dia menjelaskan, “Aku tidak bisa kasih tahu alasan detailnya (karena alasan pribadi), tapi kuharap penonton di Korea bisa memahami dengan lapang dada.”
Sebelumnya, Ai Uehara sempat mengunggah video itu bulan lalu yang memperlihatkan dirinya berkeliling di Aula Sejarah Penjara Seodaemun.



Dia menjelaskan alasan kunjungannya, “Kalau teman-teman dari Jepang datang ke Korea, mereka harus coba mampir ke sini.
Aku ingin melihat tempat ini sendiri karena penuh dengan sejarah.”
Uehara penasaran soal bagaimana Jepang kolonial menekan gerakan kemerdekaan Korea, termasuk insiden Korean Language Society, dan penjara ini di kenal sebagai tempat para pejuang kemerdekaan dipenjara.

Setelah tur Uehara bilang, “Melihat ini semua rasanya nyesek, sangat kejam. Aku jadi ingin mengalahkan Jepang.” Dia juga berterima kasih karena Korea bisa seperti sekarang berkat perjuangan para pahlawan kemerdekaan.
Uehara berharap hubungan Korea-Jepang bisa membaik di masa damai ini. Tapi, komentarnya di video itu malah menuai kritik dari netizen Jepang.

Komentar Pedas Netizen Bikin Ai Uehara Meminta Maaf
Netizen Jepang memberikan komentar pedas, seperti “Aku tahu kamu ingin cari uang, tapi hati-hati dengan apa yang kamu ucapkan,” “Pelajari sejarah,” “Jangan datang lagi ke Jepang,” dan “Sana tinggal di Korea aja.”
Menanggapi komentar itu, Uehara berkata, “Kami minta maaf jika pernyataan kami membuat fans dan pejabat khawatir.
Aku akan belajar lebih banyak dan berusaha lebih baik, jadi mohon dukungannya.”
Mungkin inilah alasan video itu akhirnya tidak di publikasikan secara umum. Uehara yang pensiun dari industri AV pada tahun 2016, kini aktif di YouTube dan media sosial.
Sumber: Maeil Business Newspaper







