Netizen Jepang Geram Dengan Sensor Anime Ranma 1/2

8 Oktober 2024, 15:23 WIB
Bagikan:
Netizen Jepang Geram Dengan Sensor Anime Ranma 1/2

AreaTopik.com —  Remake film anime Ranma 1/2 oleh studio MAPPA yang telah lama dinantikan, baru-baru ini menimbulkan kontroversi di kalangan netizen Jepang setelah tanggal perilisan.

Berikut salah satu komentar yang memicu kontroversi:

Tampaknya anime Ranma yang baru memutuskan untuk menangani adegan bug*l Ranma wanita dengan menghapus opp*i dan menampilkan ketel*nj*ngan tanpa sensor.

Komentar seperti: “Mereka harusnya tak ilangin put*ngnya” menunjukkan kontroversi soal Ranma akan segera muncul.”

Twitter
Foto: Twitter

Opini soal penghapusan detail ketel*nj*ngan, seperti hilangnya put*ng dalam adegan Ranma yang berubah menjadi wanita, memicu diskusi ini.

Sebagian penggemar kecewa, sementara yang lain memahami pembatasan saat ini tidak dapat di hindari. Berikut beberapa sorotan dari fandom:

  • Ketiadaan detail tertentu membuat adegan tersebut kehilangan dampaknya”
  • “Remakenya penipuan, mereka hanya mengambil anime lama dan menyesuaikannya dengan gaya saat ini”
  • “Sayang sekali, kita semua berharap untuk melihat apa yang paling ingin kita lihat, tetapi waktu telah berubah.”
  • “Ibu saya selalu berkata, ‘apakah dunia akan berakhir karena ket*lanj*ngan’ dan sedikit e*chi itu baik untuk kemanusiaan”
Ranma 1/2
Foto: Ranma 1/2

Pembuatan ulang Ranma 1/2 di bandingkan dengan versi aslinya yang lebih eksplisit dan komikal. Sdangkan dalam versi baru, adegan-adegan ini banyak dikurangi.

Beberapa penggemar terkejut mengetahui put*ngnya ditampilkan dalam anime klasik, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di era hiburan saat ini:

  • “Di versi lama put*ng Ranma terlihat? Kok aku tidak tahu!”.

Beberapa netizen berkomentar tentang tekanan sensor dan bagaimana studio yang berani mendorong batas limit tetap tidak bisa menghindari pembatasan industri:

  • “Mereka gak bisa bikin kayak anime larut malam yang bisa ninggalin versi tanpa sensor. Zaman udah berubah, dan ini pemberontakan terbesar yang bisa terjadi”
  • “Ketel*nj*ngan yang tidak di sensor memiliki dampak yang lebih besar.”

Meskipun ada kritik, beberapa netizen memahami keputusan Studio MAPPA. Mereka tahu peraturan saat ini sulit di hindari, dan keberhasilan MAPPA menghindari penggunaan cahaya atau uap untuk menyembunyikan adegan adalah pencapaian besar.

Sumber: Otakomu