AreaTopik.com — Lagu opening Neon Genesis Evangelion yang legendaris, “A Cruel Angel’s Thesis” masih jadi salah satu ikon musik anime yang paling penting dan favorit buat karaoke di Jepang.
Walaupun sangat populer, salah satu penulis lagunya baru-baru ini bilang kalau dia belum pernah menonton animenya, meski sudah hampir tiga dekade sejak lagu itu rilis.
Penulis liriknya, Neko Oikawa yang terinspirasi oleh filosofi Evangelion mengejutkan para followers-nya dengan pengakuan ini di akun Twitter pribadinya.
Oikawa merilis publikasi ini untuk merayakan ulang tahun ke-29 lagu tersebut, yang pertama kali di rilis pada 25 Oktober 1995.
Dia terkejut dengan waktu yang sudah berlalu dan dampak lagu ini pada budaya Jepang: “Banyak orang sudah mendengarkannya, lagu ini di-cover, dan jadi lagu karaoke terpopuler.”
Di akhir postingannya, setelah berterima kasih kepada semua yang menikmati lagunya, Oikawa menambahkan permintaan maaf yang mengejutkan: “Maaf, aku belum pernah nonton Evangelion.”

Pengakuan tak terduga ini bikin banyak orang bereaksi, terutama penggemar yang bilang mereka juga menikmati topik ini tanpa menonton animenya.
Selama hampir tiga dekade, A Cruel Angel’s Thesis sudah melampaui konteks aslinya dan jadi karya unik yang di cintai baik oleh yang kenal maupun tak kenal Evangelion.
Beberapa pengguna berbagi cerita nostalgia soal lagu itu dalam hidup mereka:
- “Aku selalu nyanyiin lagu ini di karaoke.”
- “Udah 29 tahun berlalu. Setiap kali aku ke karaoke, pasti ada aja yang nyanyi lagu ini!”
- “Lirik dan melodinya indah banget, aku masih sering dengar sampai sekarang. Bagian terakhir dari pesanmu bikin aku ketawa hahaha.”
- “John Williams juga bilang dia nggak pernah nonton Star Wars, kayaknya ini biasa di antara para master besar!”
- “CD pertama yang aku beli adalah lagu ‘A Cruel Angel’s Thesis’ – terima kasih atas liriknya yang spesial!”
- “Selamat ulang tahun ke-29. Meskipun aku tahu kamu sibuk, Evangelion itu anime yang luar biasa, semoga kamu bisa nonton suatu hari nanti.”
- “Pada hari siaran pertama, aku kaget di depan TV. Kami miskin, jadi saya sewa CD daripada beli. Akhir pekan itu, paman bawa aku ke Nihonbashi dan belikan CD. Sejak itu, aku dengar setiap hari. Baru-baru ini, pamanku meninggal, dan 29 tahun ini bikin aku ingat dia.”
Sumber: Automaton







