AreaTopik.com - Kabar membanggakan datang dari dunia perfilman tanah air, di mana Film DJUM Mahasiswa ISI Jogja sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional.
Kali ini, sebuah film dokumenter pendek karya mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi dari Eropa.
Film berjudul "DJUM" tersebut sukses meraih penghargaan Best Production with Strong Social Message and Humanitarian Contribution Award pada ajang Golden FEMI Film Festival 2026 yang berlangsung di Sofia, Bulgaria.
Bersaing dengan Ribuan Film Dunia

Prestasi yang diraih oleh komunitas film mahasiswa ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, Film DJUM Mahasiswa ISI Jogja harus bersaing ketat dengan lebih dari 9.600 film yang datang dari 130 negara.
Siapa sangka, karya luar biasa ini awalnya hanyalah sebuah proyek tugas kuliah biasa. Sang sutradara, Ahmad Brilian Maulana Vitjayanto, menggarap film ini untuk memenuhi Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Dokumenter.
Berawal dari ruang kelas, karya ini kini bertransformasi menjadi film yang diakui secara global.
Pada malam penganugerahan yang digelar 6 Juni 2026 di Royal Ballroom, Sofia Balkan Palace Hotel, penghargaan untuk film DJUM diterima secara simbolis oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia yang mewakili para sineas.
Kisah Haru Penggerobak Sampah

Film berdurasi 18 menit 46 detik ini mengangkat potret kehidupan nyata yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia.
Fokus cerita berada pada sosok Jumadi (69), seorang penggerobak sampah yang telah mengabdi selama lebih dari empat dekade demi keluarganya.
Lewat peluh dan kerja kerasnya, Pak Jumadi berhasil mengantarkan anak-anaknya mengenyam bangku kuliah.
Namun, sebuah ujian berat kembali datang menjelang pernikahan anak terakhirnya, saat sang istri terserang stroke dan membutuhkan perawatan intensif.
"Melalui Pak Jumadi, saya belajar bahwa kekuatan manusia sering kali lahir dari cinta, doa, dan kebaikan-kebaikan sederhana yang dilakukan setiap hari," ungkap sang sutradara, Ahmad Brilian Maulana.
Deretan Prestasi Internasional

Sebelum berjaya di Bulgaria, film DJUM yang diproduseri oleh Al Barr Nurwani ini memang sudah aktif melanglang buana di berbagai festival film dunia sepanjang tahun 2025 hingga 2026.
Beberapa rekam jejak festivalnya antara lain:
- Festival Film Dokumenter (Indonesia, 2025) – In Competition
- Giuseppe Šebesta Prize for Anthropological Cinema (Italia, 2025) – Finalist
- Tianjin International Academic Film Festival (China, 2025) – Semi-Finalist
- Films That Move (Jamaika, 2025) – Honorable Mention
- Salisbury University Film Festival (USA, 2026) – Award Winner
Keberhasilan film ini membuktikan bahwa cerita lokal yang jujur dan sederhana memiliki kekuatan universal yang mampu menyentuh hati penonton lintas negara, bahasa, dan budaya.
Silakan baca artikel kami sebelumnya mengenai Perkembangan Film Dokumenter Indonesia untuk melihat tren sinema lokal saat ini.
Balutan Kolaborasi Kreatif Kampus
Kesuksesan film dokumenter ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi solid para sineas muda di balik layar.
Seluruh proses kreatif dan produksi film DJUM digarap langsung oleh Selat Sunda Creative, sebuah komunitas sekaligus rumah produksi independen yang dibentuk oleh para mahasiswa Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Berawal dari kolaborasi tugas akademik sejak semester dua, wadah kreatif ini berhasil membuktikan bahwa karya buatan mahasiswa mampu berbicara banyak di panggung sinema global.

Berikut adalah susunan tim kreatif yang membidani lahirnya film DJUM:
- Sutradara: Ahmad Brilian Maulana Vitjayanto
- Produser: Albarr Nurwani
- Penulis Naskah: Riska Maulydia
- Periset: Debytha Nela Marindo Viola
- Editor: Muhammad Wirdiyan Zahir
- Director of Photography: Mochamad Virgiansa Lisvianto, Ahmad Rifqi Azlavi
- Colorist: Rafi Putra Adyatma
Trailer dan Kontak Film DJUM
Buat teman-teman yang ingin mengadakan screening untuk penayangan film DJUM bisa menghubungi sang filmmaker melalui DM Instagram
Ahmad Brilian Maulana Vitjayanto - Instagram







