Review 1 Kakak 7 Ponakan - Masterpiece Di Awal Tahun

25 Januari 2025, 19:26 WIB
Bagikan:
Review 1 Kakak 7 Ponakan - Masterpiece Di Awal Tahun

AreaTopik.com — Setelah berhasil menyabet 7 piala citra pada ajang FFI (Festival Film Indonesia) 2024 kemarin. Yandy Laurens kembali hadir dengan film “1 Kakak 7 Ponakan” yang produksi oleh kolaborasi dua studio, Cerita Film dan Mandela Pictures.

Judul 1 Kakak 7 Ponakan sendiri sudah pernah ada pada tahun 1996 sebagai sebuah sinetron yang tayang pada stasiun tv RCTI.

Selain itu 1 Kakak 7 Ponakan sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia, baik CGV, Cinepolis, XXI, bahkan di bioskop lokal.

judul1 kakak 7 ponakan
Foto: judul1 kakak 7 ponakan

Film ini sendiri memiliki pemeran yang gak kalah keren, antaranya terdapat:

  • Chicco Kurniawan sebagai Moko
  • Amanda Rawles sebagai Maurin
  • Fatih Unru sebagai Woko
  • Freya JKT48 sebagai Nina
  • Nadif H.S sebagai Ano
  • Ringgo Agus Rahman sebagai Eka
  • Niken Anjani sebagai Osa
  • Kiki Narendra sebagai Atmo
  • Maudy Koesnaedi sebagai Agnes
  • Ence Bagus sebagai Nanang Maulana
  • Nizar Umar Akbar sebagai Bayu Pratama
  • Chandra Satria sebagai Albert Kurniawan
  • Reza Nangin sebagai Samuel Martin
  • Kartika Widya sebagai Erna

Berikut review dari AreaTopik untuk film 1 Kakak 7 Ponakan.

Sinopsis 1 Kakak 7 Ponakan

rumah ramai 1 kakak 7 ponakan
Foto: rumah ramai 1 kakak 7 ponakan

Film ini bercerita tentang Moko, seorang mahasiswa akhir jurusan arsitektur yang sedang menjalankan skripsinya.

Ia tiba-tiba harus berhadapan dengan keadaan. Yang mana kakak sulung dan iparnya, Atmo dan Agnes harus meninggal dalam waktu yang berdekatan dan meninggalkan 4 keponakan yang harus Moko urus.

Apalagi saat itu anak bungsu Agnes baru lahir. Dengan keadaan demikian, impian Moko untuk melanjutkan kuliah harus pupus.

Permainan Emosi

moko gendong ima 1 kakak 7 ponakan
Foto: moko gendong ima 1 kakak 7 ponakan

Beberapa hal unik yang tersaji pada film ini adalah permainan emosi. Seperti ketika adegan awal, cerita disajikan dengan sebuah tragedi.

Lalu kemudian berlanjut dengan kisah hidup Moko yang penuh tantangan. Namun, beberapa kali terselip komedi situasi yang cukup memberi nafas lega untuk kita sebagai penonton yang terbawa suasana dengan keriwehan Moko ketika ia harus mengurus banyak keponakannya.

Selain itu, cross cutting yang digunakan dalam film ini cukup banyak. Bahkan hampir semua momen seperti itu dan itu membuat emosi sering kali buyar.

Dari yang awalnya menghayati hingga sedih, tiba-tiba sudah habis tanpa jeda lalu langsung beralih ke adegan selanjutnya.

Pendekatan seperti ini terkadang kurang berhasil. Sebagai perbandingan, dengan tema yang sama dan isu yang sama.

Home Sweet Loan karya Sabrina Rochelle lebih terstruktur dan rapi dalam membangun emosi dalam filmnya.

Meskipun terdapat beberapa cross cutting, namun lebih sedikit. Sementara 1 Kakak 7 Ponakan sering kali mematahkan emosi penonton ketika sedang menikmati momen sedih dengan cross cutting-nya.

Penuh Dengan Karakter Green Flag

moko 1 kakak 7 ponakan
Foto: moko 1 kakak 7 ponakan

Ketika kalian menonton film ini, kalian harus mulai terbiasa dengan karakter-karakter green flag atau mempunyai sifat baik luar biasa.

Seperti Maurin yang selalu mendukung Moko, baik dalam keadaan susah maupun senang. Kemudian ada Moko yang mana sebagai karakter utama dia adalah kakak yang begitu penyayang dan penyabar, ia jarang sekali dan hampir tidak pernah marah kepada keponakannya.

maurin 1 kakak 7 ponakan
Foto: maurin 1 kakak 7 ponakan

Sebagai seorang karakter utama, dua karakter ini begitu sempurna seolah tanpa ada kekurangan. Mungkin karena itu juga mengapa konflik dalam film ini tidak begitu berat.

Justru lebih banyak menceritakan tentang hubungan mereka dan proses bagaimana Moko menjadi seorang kakak dari banyak ponakannya.

Bukan sesuatu yang buruk dan berhasil juga membuat terharu sesekali saat menontonnya.

Editing Dan Sinematografi Yang Ciamik

Hendra Adhi Susanto dan Dimas Bagus Triatma Yoga kembali diberikan kepercayaan untuk menjadi Editor dan Sinematografer dalam film 1 Kakak 7 Ponakan oleh Yandy Laurens.

Sebelumnya mereka juga yang menjadi bagian dari film “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film”. Ketika menonton film ini, terasa seperti tidak ada editannya atau begitu mulus, potongan tiap adegan yang menyatu dan sesuai dengan irama.

Hal seperti ini menjadikan film dengan pendekatan realis seperti 1 Kakak 7 Ponakan berhasil membuat nyaman penontonnya.

Video Call 1 kakak 7 ponakan
Foto: Video Call 1 kakak 7 ponakan

Selain itu penggunaan sinematografi dalam film ini tentu saja keren. Visual yang bercerita membuat beberapa adegan yang bahkan tanpa dialog sekalipun dapat membuat kita paham.

Terdapat gebrakan baru juga ketika adegan video call yang dibuat dengan unik selain itu terdapat berbagai macam semiotika dan metafora yang memberikan foreshadowing adegan dan makna tertentu seperti bagaimana karakter Atmo dan Agnes yang di shot dengan wide shot, sementara Moko yang di shot menggunakan medium shot memberikan makna rasa jauh antar keduanya dan benar saja, tragedi mereka berdua meninggal menjadi titik balik perubahan hidup Moko 180 derajat.

Sinematografi 1 kakak 7 ponakan
Foto: Sinematografi 1 kakak 7 ponakan

Selain itu, penekanan sinematografinya memberikan emosi yang mendalam pada karakter. Seperti halnya ketika melakukan framing karakter, film ini berhasil menonjolkan tiap karakter yang ada dengan sifat mereka masing-masing.

Ada juga dalam adegan emosional, angle yang ada membuat kita lebih masuk lagi dalam filmnya dan mendalami bagaimana adegan tersebut dapat menjadi suatu hal yang emosional untuk mereka.

Artistik Yang Padat

rumah 1 kakak 7 ponakan
Foto: rumah 1 kakak 7 ponakan

Dengan cerita tentang 1 Kakak dan 7 Ponakan, tentu saja normalnya rumah yang mereka tinggali akan terasa sesak karena begitu ramai.

Nah, di film ini kita bisa melihat hal tersebut. Mirip dengan Home Sweet Loan, film ini mengedepankan bagaimana artistik rumah yang terlihat banyak barang-barang dan begitu sesak.

Bahkan saat tidur pun ruangannya penuh. Selain itu, karakter Moko yang seorang arsitek menjadi pendukung bagaimana rumah menjadi suatu elemen penting dalam cerita ini.

Pendalam Karakter Yang Emosional

moko dan nina 1 kakak 7 ponakan
Foto: moko dan nina 1 kakak 7 ponakan

Chicco Kurniawan sebagai seorang aktor mungkin tidak asing dan sudah tidak diragukan lagi bahwa ia begitu keren ketika memerankan karakter Moko.

Akan tetapi, dalam film ini ada juga pendatang baru yang aktingnya gak kalah keren. Seperti Freya JKT48 (Nina) yang semakin lama, akting dia menjadi lebih masuk dalam karakternya lagi.

Setelah ia sebelumnya sempat main dalam film Kuasa Gelap sebagai Cilla.

Ada juga Nadif H.S.(Ano) yang benar-benar debut dalam film 1 Kakak 7 Ponakan ini. Ia berhasil memerankan karakter Ano yang menjadi penyeimbang keluarga dari hal-hal yang dramatis menjadi lebih komedi.

Setiap karakter dalam film ini sukses membuat penonton suka maupun sebal. Seperti halnya karakter Mas Eka yang Ringgo Agus Rahman perankan.

Setelah menonton film ini, entah kenapa sifatnya dalam 1 Kakak 7 Ponakan ini begitu melekat dan membuat penonton menjadi sedikit sebal dengan Ringgo atau Mas Eka ini.

Ada juga karakter seperti Maurin (Amanda Rawles) yang selalu mendukung Moko dalam berbagai situasinya.

Karakter Maurin ini begitu banyak yang suka dan meskipun baru pertama kali nonton, pasti ketika melihat Amanda Rawles akan terbenam dalam pikiran kalau, “Jadi pengen punya cewek kayak dia” gitu.

Isu Yang Menarik Yang Diangkat 1 Kakak 7 Ponakan

sindrom saviour complex 1 kakak 7 ponakan
Foto: sindrom saviour complex 1 kakak 7 ponakan

Jika kalian berpikir hanya mengangkat isu mengenai generasi sandwich saja maka kalian kurang tepat. Karena dalam film ini, karakter Moko yang ingin menjadi penyelamat untuk semua orang adalah sebuah sindrom yakni ‘Saviour Complex’.

Sindrom ini merupakan sebuah perilaku yang mana ingin menyelamatkan orang secara berlebihan, bahkan ketika keponakannya ingin bekerja untuk bantu meringankan beban Moko namun tidak Moko setujui.

Padahal keponakannya tersebut ada yang sudah cukup umur juga untuk bekerja.

Hal seperti ini jarang diangkat dalam sebuah film, baik itu film lokal maupun internasional. Dan ini tentu saja menjadi suatu keunikan tersendiri yang memberikan variasi tertentu pada karakter Moko.

Referensi : IMDB

Penilaian AreaTopik.com

1 Kakak 7 Ponakan

9.0

Kesimpulan

Rincian Penilaian

Cerita 10
Visual 10
Musik 8
Tokoh 9
Konflik 8