Ibu Asal Jepang Dihujat Setelah Menjual Baju Kotor Putrinya Ke Olshop?!

22 Juni 2025, 03:58 WIB
Bagikan:
Ibu Asal Jepang Dihujat Setelah Menjual Baju Kotor Putrinya Ke Olshop?!

AreaTopik.com —  Seorang ibu di Jepang menuai banyak kritik dari netizen setelah kedapatan menjual pakaian bekas milik anaknya yang berusia 14 tahun di sebuah platform jual beli ternama.

Putrinya diketahui bekerja sebagai model anak dan sering terlibat dalam berbagai pemotretan untuk merek fashion.

Ibunya mulai menjual sejumlah pakaian yang pernah digunakan dalam sesi foto, disertai deskripsi kondisi barang secara cukup detail.

Salah satu deskripsinya menyebut, “Banyak kotoran bekas pemotretan di air dan dari duduk di tanah.”

Yang memicu keprihatinan lebih lanjut, sang ibu bahkan menyarankan calon pembeli untuk mencari foto sang anak saat mengenakan pakaian tersebut.

Pakaian Bekas
Foto: Pakaian Bekas
Harga Pakaian Yang Tak Masuk Akal

Penjualan ini pertama kali diberitakan oleh Yahoo News Jepang dan langsung viral di medsos.

Harga pakaian yang di tawarkan berkisar antara 3.800 yen hingga 12.345 yen, meski sebagian besar hanya dari merek murah seperti SHEIN.

Yang jadi sorotan, harga tersebut jauh di atas nilai asli barangnya. Banyak orang menilai sang ibu sengaja menaikkan harga karena pakaian itu pernah di pakai anaknya saat pemotretan.

Tudingan eksploitasi pun bermunculan. Netizen menyebut sang ibu memanfaatkan anaknya demi keuntungan pribadi.

Komentar pedas pun ramai, salah satunya menyebut, “Cari untung dari anak sendiri itu bentuk pengasuhan yang gak sehat.”

Ekspresi Kaget
Foto: Ekspresi Kaget
Pakaian Sengaja Tak Di Cuci

Menurut para ahli e-commerce, jual beli pakaian bekas secara online memang hal yang lumrah di Jepang.

Namun, umumnya penjual harus mencuci bersih barang sebelum di pajang.

Salah satu ahli menekankan jika pakaian itu masih kotor, bisa jadi sengaja dilakukan untuk menarik jenis pembeli tertentu.

Pakaian-pakaian ini di jual lewat Mercari, platform jual beli populer di Jepang yang mirip dengan eBay.

Namun, Mercari punya aturan ketat. Mereka secara tegas melarang penjualan yang terkait dengan praktik “Burusera” — yakni jual beli pakaian bekas gadis muda.

Termasuk seragam sekolah atau pakaian dalam, yang sering di kaitkan dengan f*tish.

Ekspresi Takut
Foto: Ekspresi Takut

Setelah kontroversi makin ramai, sang ibu akhirnya angkat suara lewat Twitter. Ia membela diri dengan mengatakan:

“Saya bahkan tak tahu kalau Mercari ada kaitannya dengan Burusera. Saya cuma menjual pakaian yang sudah kekecilan.”

Namun klarifikasi itu tak cukup meredakan kritik. Banyak yang tetap mengecam karena ia mencantumkan detail soal putrinya dan bahkan menyarankan orang untuk mencari foto-foto sang anak mengenakan pakaian tersebut.

Situasi makin panas setelah seorang editor majalah idola mengungkap bahwa anak tersebut sebelumnya pernah foto dengan busana yang terlalu dewasa untuk usianya, hal yang kemungkinan memperburuk reaksi publik.

Akhirnya, sang ibu memutuskan untuk menghapus semua daftar jualan itu dari Mercari.

Sumber: Yahoo News Japan