AreaTopik.com — Akibat menjual gambar ero-ero dari agensi Vtuber VSPO!, artist internet ini mendapat gugatan yang cukup besar.
Ia mendapat gugatan sebesar 20 Juta yen (2 Miliar rupiah) dari agensi tersebut. Namun, masalah tersebut telah selesai setelah pihak tergugat setuju untuk membayar gugatan tersebut.

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa artist ini melanggar hak cipta dan aturan internal dari agensi tersebut.
Konten kekerasan, ero-ero, dan hal-hal lain yang melanggar norma memang tidak mereka izinkan.
Kasus ini telah usai setelah adanya pengumuman bahwa terdakwa harus menghapus semua gambar dan menghentikan penjualannya Ia juga harus berjanji untuk tidak mengulangi perilaku tersebut di masa depan. Selain itu, kesepakatan tersebut juga menyebutkan bahwa apabila terdakwa segera membayar sejumlah 2,5 juta yen (lebih dari 230 juta rupiah), VSPO! akan memaafkan sisa hutang.
Kasus ini bukanlah kasus yang biasa. Hal ini terjadi karena VSPO! saat ini juga berurusan dengan kasus pelanggaran hak cipta lainnya.
Kasusu ini melibatkan konten seksual dari VTuber-nya, yang telah menjadi masalah yang berkembang di industri ini.
Bahkan, agensi raksasa lainnya seperti Hololive Production dan Nijisanji juga mulai berkolaborasi untuk mengatasi masalah ini dengan lebih serius.
Dengan kata lain, tentu saja, insiden ini pasti berfungsi sebagai peringatan bagi artist lain (atau bahkan mereka yang berdedikasi untuk membuat ilustrasi dengan AI) yang berpikir bahwa mereka dapat menodai VTuber tanpa menderita konsekuensi.
Sumber: Hachima Kikou
© 2025 KAI-YOU inc







