KJRI di Jepang Bantah Adanya Geng Meresahkan yang Dibuat PMI

6 September 2024, 04:06 WIB
Bagikan:
KJRI di Jepang Bantah Adanya Geng Meresahkan yang Dibuat PMI

AreaTopik.com — AreaTopik.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka menegaskan bahwa tidak ada geng yang dibentuk oleh pekerja imigran di Jepang.

Sebelumnya, terdapat informasi sekelompok oknum Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang membentuk geng yang meresahkan warga lokal.

Aksi mereka terekam oleh salah satu pengguna dengan nama @minako_satou.

Dalam video tersebut, tampak sekelompok orang berkumpul di trotoar, menghalangi pejalan kaki, bahkan membawa senjata tajam.

Namun di sisi lain, pihak KJRI Osaka membantah informasi tersebut dan memastikan komunitas WNI di Jepang menjalankan kegiatan yang positif dan tidak meresahkan, seperti yang tersebar di media sosial.

Perwakilan KJRI di Osaka, Jepang, R.A. Fathonah dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu (1/9/2024). | Dok. Foto: RRI Net
Foto: Perwakilan KJRI di Osaka, Jepang, R.A. Fathonah dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu (1/9/2024). | Dok. Foto: RRI Net

Penegasan ini ada karena viralnya sebuah video yang mengklaim bahwa sekelompok pekerja WNI di Jepang telah membentuk geng, yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

Tanggapan KJRI tentang isu ini

Dilansir AreaTopik.com dari media Radio Republik Indonesia, KJRI menanggapi hal ini dan telah melakukan pengecekan melalui jaringan komunitas WNI di Jepang.

Hasilnya, tidak ada aktifitas geng dari pekerja asal Indonesia yang polisi setempat terima.

“Pantauan KJRI, tidak ada geng kriminal seperti di media sosial, kami tidak mengetahui adanya geng yang WNI buat.

Komunitas WNI tersebar diberbagai kota dan sejauh ini kegiatan mereka positif,”, ungkap Konsul Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka, Jepang, R.A.

Fathonah.

Lebih lanjut, Fathonah membenarkan bahwa video yang beredar menunjukkan sekelompok WNI yang berkumpul di Osaka.

Mereka datang dari berbagai kota di Jepang dan mereka beliau menduga bahwa para pekerja tersebut datang untuk melihat fetival Obon.

“Video yang memperlihatkan WNI berkumpul memang diambil di Osaka, dan mereka berasal dari berbagai daerah di Jepang, bukan hanya Osaka.

Video tersebut kemungkinan mereka ambil saat liburan Obon beberapa waktu lalu,” tambah Fathonah.

Namun demikian, ada video lain yang memperlihatkan seorang pria mengenakan hoodie sambil mengacungkan senjata tajam berupa clurit.

Mengenai video ini, Ana meyakini bahwa video tersebut tidak berada di Jepang. Pasalnya, Jepang memiliki peraturan yang sangat ketat terkait kepemilikan senjata tajam.

“Video yang menunjukkan seseorang membawa senjata tajam belum terkonfirmasi ada di Jepang.

Jepang memiliki peraturan ketat mengenai kepemilikan senjata tajam berukuran besar, dan sangat tidak etis jika membawanya ke tempat umum,” tegas Ana.

Belum ada tindakan dari KJRI terkait aktifitas geng

Meskipun video tersebut telah viral, KJRI belum mengambil tindakan lebih lanjut karena hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak kepolisian atau warga setempat.

Meskipun begitu, KJRI tetap berkoordinasi dengan komunitas WNI di Jepang serta aparat berwenang untuk memantau situasi.

“Kami kesulitan untuk mengidentifikasi individu yang muncul dalam video tersebut. Kami telah berkomunikasi dengan komunitas WNI di Jepang, tetapi hingga kini belum ada informasi lebih lanjut terkait identitas mereka,” jelas Fathonah.

KJRI Osaka juga mengimbau seluruh WNI di Jepang, baik yang berstatus pelancong, mahasiswa, maupun pekerja, untuk selalu menjaga ketertiban dan mematuhi aturan hukum di Jepang.

Pelanggaran terhadap peraturan dan norma setempat dapat berakibat pada tindakan hukum yang serius.

“Kami mengingatkan kepada seluruh WNI di Jepang untuk selalu mematuhi norma ketertiban, keamanan, serta peraturan yang berlaku.

Pemerintah Jepang tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas jika ada pelanggaran,” tutupnya.

Sumber: RRI