AreaTopik.com — SHIFT UP, pengembang game Goddess of Victory: NIKKE resmi mengeluarkan permintaan maafnya ke publik.
Pernyataan ini mereka keluarkan akibat tuduhan bahwa beberapa karakternya terlalu mirip dengan karya ilustrator Neco.
Baru-baru ini, NIKKE memang menjadi viral karena kontroversi yang muncul akibat munculnya karakter dari game tersebut yang mirip dengan karakter asli dari seorang seniman bernama Neco.
Kebanyakan netizen menuduh NIKKE melakukan plagiarisme terhadap karakter tersebut.

Beberapa saat kemudian, SHIFT UP pun menerima keluhan ini. Segera setelah itu, mereka melakukan diskusi dengan Neco, memutuskan untuk menghentikan penggunaan salah satu karakter, seorang NPC. Namun, karakter lain yang terlibat, yang disebut “Scarlet: Black Shadow,” akan terus digunakan dengan izin ilustrator. Perusahaan mengucapkan terima kasih kepada neco atas pengertiannya dan berjanji untuk mencegah masalah seperti itu terjadi lagi di masa depan.
Kontroversi ini berawal ketika karakter “Scarlet: Black Shadow” dan seorang NPC muncul pada game NIKKE. Sejak perilisannya, penggemar menunjukkan bahwa desain kedua karakter sangat mirip dengan karya Neco.
Tentu saja hal ini menimbulkan kekhawatiran yang semakin meningkat di jejaring sosial.
Alhasil, SHIFT UP mengakui kesalahan tersebut dan secara terbuka meminta maaf kepada Neco dan para pendukungnya.
Pada akhirnya, Neco memberi tahu para pengikutnya bahwa dia menganggap masalah tersebut telah selesai.
Ia juga menambahkan bahwa dia tidak akan memberikan pernyataan lebih lanjut tentang masalah ini.
Tentu saja dengan insiden ini, industri video game kembali tersorot karena terkadang mereka mendapat banyak tantangan.
Salah satu tantangannya yakni topik ini: menciptakan karakter asli dan kerumitan hak cipta dalam pengunaannya. Meski begitu, SHIFT UP sebagai pengembang berhasil terhindar dari kontroversi yang berlanjut berkat rendah hati dan sikap baiknya terhadap masalah ini.
Sumber: 4Gamer







