Yumemiru Danshi wa Genjitsushugisha: Saat Anime Gagal Mempromosikan Karya Asli

25 Juni 2026, 12:53 WIB
Bagikan:
Yumemiru Danshi wa Genjitsushugisha: Saat Anime Gagal Mempromosikan Karya Asli

AreaTopik.com -  Terkadang, sebuah adaptasi anime yang buruk tidak hanya mengecewakan penggemar pada masanya, tetapi juga meninggalkan bekas yang lebih panjang pada materi aslinya.

Itulah yang dipercaya banyak penggemar Yumemiru Danshi wa Genjitsushugisha (The Dreaming Boy Is a Realist): baik versi web novel maupun light novelnya belum mendapat update sejak tahun 2023, persis di tahun yang sama ketika adaptasi animenya rilis, namun tenggelam dalam gelombang kritik.

Kritik Keras Sejak Episode Pertama

Adaptasi anime yang digarap oleh Studio Gokumi dan AXsiZ ini pertama kali tayang pada Juli 2023, namun langsung menghadapi kritik tajam sejak episode perdananya.

Yumemiru Danshi wa Genjitsushugisha
Foto: Yumemiru Danshi wa Genjitsushugisha

Kualitas animasi menjadi sorotan utama, bahkan sebagian penonton sempat mencurigai adanya penggunaan kecerdasan buatan (AI) pada beberapa adegan.

Beberapa masalah yang paling banyak dibahas penggemar antara lain adegan perubahan warna rambut sang protagonis yang nyaris tidak terlihat bedanya, opening yang dinilai terlalu mirip dengan serial anime lain, hingga kesalahan penulisan nama salah satu pengisi suara di kredit penutup.

Novel Asli Ikut "Membeku" Sejak 2023

Serial anime ini akhirnya tamat pada September 2023 setelah menayangkan dua belas episode. Tak lama setelahnya, baik web novel maupun light novel-nya sama-sama berhenti mendapat update.

Volume kedelapan, yang menjadi volume terakhir dari light novel ini, terbit pada April 2023, tepat sebelum anime ditayangkan perdana.

Sementara itu, versi web novel terakhir kali diperbarui pada Agustus tahun yang sama, sehingga jalan ceritanya hingga kini masih menggantung tanpa kepastian.

Kekecewaan Penggemar Novel Asli

Para penggemar Jepang yang sejak awal mengikuti versi novelnya turut menyuarakan kekecewaan dan kesedihan atas situasi ini.

Mereka menggambarkan materi sumber aslinya sebagai cerita yang menyenangkan dan ditulis dengan baik, jauh berbeda dari kesan yang ditampilkan dalam adaptasi animenya.

Tak sedikit yang menduga bahwa respons negatif terhadap adaptasi anime ini membuat sang penulis kehilangan semangat untuk melanjutkan cerita.

Penggemar juga menyoroti bagaimana versi anime memotong sejumlah momen penting karakter dan mengubah nada cerita, sehingga terasa kurang menggigit dibandingkan versi aslinya.

Latar Hamamatsu dan Harapan yang Pupus

Sebelum kontroversi ini muncul, Yumemiru Danshi wa Genjitsushugisha sebenarnya sudah membangun momentum yang cukup kuat.

Serial ini memiliki adaptasi manga yang berjalan sejak 2021 dan turut menghadirkan kehebohan tersendiri di kalangan lokal karena latar ceritanya yang berlokasi di Hamamatsu, lengkap dengan harapan dapat mendongkrak sektor pariwisata di daerah tersebut.

Sayangnya, masalah produksi pada adaptasi anime ini pada akhirnya meredupkan berbagai harapan yang sempat dibangun sebelumnya.

Sinopsis Yumemiru Danshi wa Genjitsushugisha

Yumemiru Danshi wa Genjitsushugisha
Foto: Yumemiru Danshi wa Genjitsushugisha

Cerita ini mengikuti Wataru Sajou, siswa SMA yang dikenal karena berulang kali menyatakan perasaannya kepada Aika Natsukawa.

Setelah menyadari cintanya tidak berbalas, Wataru memutuskan berhenti mengejar Aika dan memilih menjalani hidup yang lebih tenang keputusan yang secara tak terduga justru membuat Aika mulai mengejarnya.