Crunchyroll Diakuisisi Sony: Kesuksesan di Tengah Tantangan

22 Desember 2024, 16:33 WIB
Bagikan:
Crunchyroll Diakuisisi Sony: Kesuksesan di Tengah Tantangan

AreaTopik.com — AreaTopik.com Akuisisi Crunchyroll oleh Sony Group Corp. senilai $1,2 miliar pada tahun 2021 tampak seperti sebuah kesuksesan besar.

Layanan streaming anime ini berhasil meningkatkan jumlah pelanggannya tiga kali lipat menjadi 15 juta pengguna berbayar dengan biaya langganan Fan IDR 29,000.00/bulan dan Mega Fan Member IDR 39,000.00/bulan untuk di indonesia.

Selain itu, jumlah serial baru yang dirilis juga meningkat dua kali lipat menjadi lebih dari 50 judul per kuartal.

Namun, meningkatnya popularitas anime di pasar global juga memicu persaingan yang lebih ketat. Netflix Inc., Walt Disney Co., dan Amazon.com Inc. kini bersaing untuk mendapatkan lisensi serial anime populer.

Persaingan ini meningkatkan biaya produksi dan memaksa Crunchyroll berjuang keras agar tetap relevan. “Pertumbuhan penonton kasual anime meningkat, tetapi tidak dengan penggemar inti,” ujar Orina Zhao, manajer riset di Ampere Analysis.

Menurutnya, penonton kasual lebih cenderung memilih platform mainstream seperti Netflix atau Amazon Prime, yang menawarkan lebih banyak variasi konten.

Tantangan Internal

Sejak akuisisi, dukungan karyawan terhadap manajemen baru menurun. Investasi mahal di sektor video game dan e-commerce tidak berjalan sesuai harapan, sementara target ambisius untuk menambah pelanggan tampaknya sulit tercapai.

Ketegangan antara staf Crunchyroll dan Funimation — perusahaan anime milik Sony sebelumnya — muncul sejak awal.

Dalam pertemuan pengumuman akuisisi, beberapa karyawan Funimation bahkan menyebut Crunchyroll sebagai “pembajak,” merujuk pada sejarah awalnya sebagai situs konten ilegal.

Tidak lama setelah akuisisi, CEO Crunchyroll Colin Decker dan General Manager Joanne Waage mengundurkan diri.

Karyawan yang tersisa mengungkapkan bahwa manajemen baru tidak memahami penggemar anime. Beberapa eksekutif bahkan menyebut anime sebagai “kartun anak-anak.”

Persaingan Pasar dan Tantangan Strategi

Crunchyroll menetapkan target ambisius untuk mencapai 25 juta pelanggan pada akhir 2025 melalui strategi “25 by 25.” Perusahaan merancang target ini untuk meningkatkan daya saingnya melawan platform lain seperti Netflix dan Max dari Warner Bros.

Discovery Inc. Namun, hingga pertengahan tahun fiskal 2024, hanya satu dari enam pasar utama Crunchyroll yang berhasil mencapai target — yaitu Amerika Latin.

Di pasar seperti India, Crunchyroll menetapkan biaya langganan hanya $1 per bulan. Banyak pihak menilai harga ini terlalu rendah untuk menghasilkan keuntungan.

Netflix dan Disney terus memperluas katalog anime mereka. Keduanya menambahkan lisensi eksklusif seperti Jojo’s Bizarre Adventure dan Tokyo Revengers: Tenjiku Arc untuk menarik lebih banyak penonton

Ekspansi Produk dan Kritik

Crunchyroll juga berupaya memperluas bisnisnya melalui game berbasis anime dan merchandise. Namun, inisiatif ini menghadapi berbagai kendala.

Sony meminta Crunchyroll menarik produk dewasa, yang menyebabkan pendapatan toko online menurun, sementara game yang mereka luncurkan tidak berhasil mencapai kesuksesan.

Produk ini sebelumnya menyumbang sekitar 5% dari pendapatan Right Stuf, toko merchandise yang Crunchyroll akuisisi pada 2022.

Manajemen pemasaran juga mendapat kritik tajam. Markus Gerdemann, wakil presiden senior pemasaran, tidak memiliki banyak pengalaman dalam industri anime.

Toei Animation dan mitra lainnya mengkritik beberapa acara yang mereka awasi, termasuk konser One Piece di San Diego, karena dianggap kurang memuaskan.

Komentar Kritik Netizen

Situasi ini tak luput dari perhatian komunitas penggemar anime, yang mengungkapkan pandangan mereka di media sosial:

  • “Crunchyroll membutuhkan kompetitor independen, yang tidak dimiliki oleh Sony atau Warner Bros., dan dikelola oleh orang-orang yang memahami anime lebih luas daripada hanya One Piece dan Dragon Ball.” ujar seorang pengguna X.
  • “Mungkin Crunchyroll menghadapi potensi penutupan jika tidak memperbaiki isu besar, terutama hubungan mereka dengan perusahaan Jepang seperti Toho dan Toei,” tulis netizen lainnya.
  • “Saya berhenti berlangganan karena isu kompensasi studio dan kualitas subtitle yang buruk. Mereka bisa belajar dari sub judul penggemar yang lebih kreatif,” kata pengguna lain yang menyatakan ketidakpuasan terhadap layanan Crunchyroll.

Optimisme dan Tantangan ke Depan

Meskipun menghadapi banyak kritik, optimisme tetap ada di beberapa kalangan. Crunchyroll memiliki dukungan finansial dari Sony, salah satu konglomerat terbesar di dunia.

Namun, untuk bertahan di tengah persaingan dan menjaga kepercayaan komunitas anime, Crunchyroll harus segera memperbaiki isu internal, meningkatkan kualitas layanan, dan memperbaiki hubungan dengan mitra Jepang.

Sony baru-baru ini meningkatkan kepemilikannya di Kadokawa Corp., salah satu pembuat anime terbesar di Jepang, hingga 10%.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat distribusi global konten anime.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Crunchyroll tetap optimis. Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengatakan bahwa mereka sedang membangun ekosistem anime yang mencakup serial eksklusif, merchandise, dan game untuk memperdalam keterlibatan penggemar.

“Tidak pernah ada waktu yang lebih menarik untuk menjadi penggemar anime,” ujar Crunchyroll.