AreaTopik.com — Seorang karyawan Sweet Baby Inc. bernama Camerin Wild, yang mengidentifikasi dirinya sebagai non-biner, telah membuat pernyataan kontroversial bahwa tujuannya adalah “menghancurkan industri game hingga rata dengan tanah.”
Wild menyampaikan hal ini dalam sebuah presentasi yang memancing banyak perhatian di kalangan pengembang game.
Kontribusi Wild dalam Dunia Game
Wild memperkenalkan diri ia sendiri sebagai desainer naratif dan pembaca sensitivitas di Sweet Baby Inc.
Melalui presentasi berjudul “How to Get Away With Murder: Subverting Genre Expectations”. Yang ia presentasikan di Game Developers of Color Expo.
Dalam presentasinya, Wild menjelaskan peran penting cerita dalam memengaruhi masyarakat. Menurutnya, cerita lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga alat untuk menciptakan perdebatan dan melestarikan nilai-nilai kolektif kita.
Wild menekankan pentingnya menciptakan konten yang lebih inklusif dan representatif.
Selain itu, Wild juga memiliki rekam jejak yang mengesankan. Ia tercatat telah bekerja pada beberapa proyek game terkenal seperti Tales of Kenzera: Zau, Suicide Squad: Kill the Justice League, Alan Wake II, hingga God of War: Ragnarök.
Pernyataan Menghancurkan Industri Game

Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah pernyataan Wild dalam slide presentasinya yang berbunyi “Burning the games industry to the ground”.
Poin ini tentunya mengundang banyak pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya yang Wild bicarakan dan mengapa ia ingin menghancurkan industri yang telah memberinya banyak kesempatan.
Wild menjelaskan lebih lanjut bahwa ruang di mana “keputihan tidak harus ada” adalah tempat di mana tempat cerita terbaik bisa hadir.
Ia juga menambahkan bahwa ketidaknyamanan adalah sesuatu yang harus bisa mereka terima untuk menghadirkan keberagaman dan inklusif dalam video game.
Humor dalam Gelap: Blazing Saddles sebagai Inspirasi

Wild mengungkapkan bahwa film favoritnya adalah Blazing Saddles, yang menurutnya sangat menyadari ketidaksetaraan sosial.
Baginya, film ini menggunakan humor gelap untuk memberikan katarsis kepada audiens, terutama bagi mereka yang sering menjadi objek pengucilan dari masyarakat.
Wild mengagumi cara film ini menyerang “keputihan” dan struktur sosial yang absurd, membuatnya merasa bahwa genre yang baik harus menyinggung orang yang tepat.
Ia menekankan bahwa kolaborasi Mel Brooks dengan penulis kulit hitam dalam pembuatan film ini menunjukkan bahwa narasi yang kuat dapat memberikan kontribusi pada pembebasan kelompok yang tertindas.
Kritik terhadap Tarantino dan Django Unchained
Selain memuji Blazing Saddles, Wild juga menyampaikan kritik keras terhadap film Django Unchained karya Quentin Tarantino.
Menurutnya, Tarantino sering kali menggunakan trauma sebagai alat untuk menciptakan ketegangan, namun kurang memahami bahwa pertumbuhan juga bisa datang dari kebahagiaan, bukan hanya dari penderitaan.
Wild menganggap bahwa pandangan Tarantino dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarki supremasi kulit putih, dan karyanya harus dikritik hingga “tidak ada lagi.”
Dalam pandangannya, beberapa cerita, seperti pengalaman kulit hitam, bukanlah cerita yang bisa diceritakan oleh seorang pembuat film kulit putih tanpa mengesampingkan egonya.
Kesimpulan: Membangun Genre yang Lebih Baik
Sebagai penutup, Wild menyatakan bahwa genre yang baik harus mulai dari representasi yang kuat dari para tim kreatif.
Identitas karakter terutama karakter utama harus menentukan tantangan dan kemenangan mereka dalam narasi.
Selain itu, Wild menekankan pentingnya mempertimbangkan hubungan cerita dengan kekuasaan.
Perkataan Wild jelas banyak sekali mengundang kontra dari para gamer, terutama dengan masa depan dari narasi dan representasi dalam game.
Sumber: YouTube







