AreaTopik.com — Jagad musik Indonesia lagi hangat-hangatnya terselimuti oleh berita mengejutkan.
Akun X @IndoPopBase merilis data terbaru. Data itu menunjukkan NO NA melampaui JKT48 di Spotify. NO NA meraih 1,4 juta pendengar bulanan.
Sementara itu, JKT48 mencapai 1,3 juta pendengar. Ini menjadi perbincangan hangat.
Banyak penggemar merasa heran.

NO NA adalah grup baru. Mereka langsung mencuri perhatian. Keberadaan mereka di bawah 88rising meningkatkan rasa penasaran publik.
Lagu-lagu mereka dinilai berkualitas. Ini alasan utama peningkatan pendengar. Kualitas lagu menjadi daya tarik kuat.
Penggemar penasaran dengan karya mereka.
JKT48 sempat mencapai 2 juta pendengar bulanan. Angka itu terjadi setahun lalu.
Namun, jumlahnya terus menurun. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan. Meski begitu, JKT48 tetap konsisten.
Mereka mempertahankan lebih dari 1 juta pendengar. Ini menunjukkan basis penggemar setia.

Selanjutnya, salah satu faktor utama adalah kurangnya inovasi. JKT48 belum merilis lagu sepopuler “Rapsodi”. “Rapsodi” bahkan masih menopang pendengar Spotify mereka.
Frekuensi rilis single juga menjadi masalah. Mereka hanya merilis satu single setahun. Ini berbeda dengan rilis merchandise.
Merchandise seperti Birthday T-shirt rilis setiap bulan.
NO NA bukanlah “Idol Group”. Mereka lebih memilih sebutan “Girl Group”. JKT48 sejak awal adalah Idol Group.
Mereka bagian dari AKB48 Jepang. Ini menciptakan perbedaan audiens. Budaya seperti Chant MIX atau Wotagei khas JKT48.
Hal itu tidak ada di NO NA. Lagu-lagu NO NA berbahasa Inggris. Gaya musik mereka Pop R&B.
Musik ini tidak cocok untuk JKT48. Kedua grup ini sebenarnya tidak bisa dibandingkan.
Mereka punya genre dan target pasar berbeda.
Yang terakhir, fenomena ini menunjukkan dinamika baru. Industri musik terus berkembang. Perubahan selera pendengar sangat cepat.
Apakah JKT48 akan membuat gebrakan baru? Kita tunggu saja perkembangannya.
Sumber: @IndoPopBase (X)







