Hololive Production Tegas Tolak VTuber Berbasis AI, Fokus pada Talenta Manusia dan Ekspansi Global

16 April 2025, 13:58 WIB
Bagikan:
Hololive Production Tegas Tolak VTuber Berbasis AI, Fokus pada Talenta Manusia dan Ekspansi Global

AreaTopik.com — AreaTopik.com – Di tengah tren global yang ramai membahas penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri hiburan digital, Hololive Production memilih arah yang berbeda.

CEO COVER Corp., Motoaki Tanigo, secara tegas menyatakan bahwa perusahaannya tidak berniat menciptakan VTuber berbasis AI.

Gura, Salah Satu Vtuber Hololive
Foto: Gura, Salah Satu Vtuber Hololive

Dalam wawancara eksklusif bersama The Star, Tanigo menyampaikan pendiriannya secara langsung, “Pada prinsipnya, kami tidak akan melakukannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Industri ini tumbuh karena penggemar ingin mendukung seseorang dengan bakat artistik nyata.

Jika kami menggunakan AI, penggemar tidak akan tahu siapa atau apa yang sebenarnya mereka dukung.”

Fokus pada Keaslian dan Koneksi Emosional

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Hololive dikenal karena menghadirkan karakter virtual yang bukan sekadar visual menarik, tetapi juga memiliki kepribadian unik, interaksi lucu saat live streaming, lagu-lagu orisinal, dan momen emosional yang menghubungkan mereka dengan penonton.

Di balik setiap avatar, terdapat individu nyata yang membawa karakter tersebut hidup, dan itulah yang membangun kedekatan dengan komunitas penggemar.

Houshou Marine Video Klip 2
Foto: Houshou Marine Video Klip 2

Tanigo juga menyinggung perbedaan pendekatan antara industri hiburan Jepang dan Korea Selatan, terutama dalam hal pengembangan talenta.

Namun, sorotan utama dalam wawancara tersebut mengarah pada ambisi global Hololive Production.

Target Global: 50 Juta Penggemar di Tahun 2030

Hololive tidak hanya berfokus pada pasar domestik. Sejak tahun lalu, Tanigo telah mengungkapkan niat perusahaan untuk berkembang secara internasional.

Strategi mereka mencakup kolaborasi musik lintas negara, penyelenggaraan konser langsung, peluncuran merchandise eksklusif, pengembangan gim, serta kerja sama dengan para streamer populer di berbagai platform.

Kobo Kanaeru, Salah Satu Anggota HoloID
Foto: Kobo Kanaeru, Salah Satu Anggota HoloID

Tujuan mereka jelas: mencapai 50 juta penggemar pada tahun 2030, dan menyentuh angka 100 juta pada tahun 2050.

Dengan visi sebesar itu, Hololive berkomitmen untuk terus memperkenalkan talenta baru dan memperluas jangkauan ke seluruh dunia.

Suka dan Duka dalam Perjalanan Hololive

Meski pertumbuhan Hololive sangat pesat, perjalanan ini juga diwarnai oleh perpisahan yang emosional.

Beberapa tahun terakhir menyaksikan sejumlah anggota yang memutuskan untuk ‘wisuda’ dari agensi, termasuk Ceres Fauna yang mengumumkan pengunduran dirinya pada Januari, serta Murasaki Shion yang resmi pamit pada 26 April.

Meski berat, penggemar tetap memberikan dukungan hangat dan terus menjaga semangat komunitas.

Fauna bahkan meninggalkan pesan menyentuh sebelum kepergiannya: “Teruslah sebarkan kebaikan bahkan setelah saya pergi.”

Masa Depan Hololive: Manusia di Balik Avatar, Bukan Mesin

Memasuki tahun 2025, Hololive telah mempersiapkan deretan talenta baru dan berbagai program inovatif untuk menyapa penggemar di seluruh dunia.

Satu hal yang pasti: perusahaan ini tetap menjaga identitas uniknya dengan menampilkan manusia sebagai inti dari setiap karakter virtual.

Tidak ada rencana untuk menggantikan para VTuber dengan AI. Hololive Production tetap setia pada prinsip bahwa koneksi emosional hanya bisa tercipta dari manusia – meskipun mereka memiliki telinga kucing dan karisma tak terbantahkan.

Sumber: The Star
© COVER Corp.