Cabuli Siswa, Seorang Guru SD di Jepang Ditangkap Keempat Kalinya!

16 Januari 2022, 15:14 WIB
Bagikan:
Cabuli Siswa, Seorang Guru SD di Jepang Ditangkap Keempat Kalinya!

AreaTopik.com — Seorang guru SD telah tertangkap dengan dugaan melakukan tindakan tidak senonoh terhadap tiga siswa gadis.

Ironisnya, guru tersebut telah ditangkap kembali untuk keempat kalinya.

Pelaku pelecehan tersebut bernama Yoshiyuki Takahashi yang berusia 29 tahun. Ia adalah seorang guru SD di lingkungan Itabashi Tokyo di Jepang.

Ia melakukan aksi cabul kepada tiga gadis SD di ruang kelas pada tahun 2019 dan 2020, dengan meraba-raba payudara mereka.

Yoshiyuki Takahashi, guru SD yang memiliki dugaan pelecehan terhadap siswa SD.
Foto: Yoshiyuki Takahashi, guru SD yang memiliki dugaan pelecehan terhadap siswa SD.

Yoshiyuki Takahashi yang berprofesi sebagai guru SD itu telah ditangkap keempat kalinya.

Menurut dugaan, motif pelaku berpura-pura bermain satu sama lain saat istirahat, ketika anak-anak SD lain juga berada di dalam kelas.

Ini adalah keempat kalinya Yoshiyuki Takahashi tertangkap karena kasus mencabuli siswa SD.

Kemudian, Yoshiyuki Takahashi mengatakan kepada polisi bahwa dia akan tetap diam sampai dia berkonsultasi dengan pengacaranya.

Berita pelecehan terhadap siswa SD pun ramia menjadi perbincangan di forum komentar di Jepang. Tak pelak, berita tersebut memancing kritikan warganet.

Mereka mengkritik tindakan tidak senonoh itu, menunjukkan bahwa mereka merasa sangat geram karena tindakan seorang guru SD tersebut kepada anak di bawah umur.

Berikut beberapa kritikan tersebut terhadap kasus Yoshiyuki Takahashi, pelecehan terhadap siswa SD:

  • Apakah ini serius? Saya tidak percaya jika guru melakukan itu.
  • Ini mungkin terdengar berprasangka buruk bagi komite sekolah, tapi menurutku pria itu tidak seharusnya mengajar, bukan? Saya harap Anda memahami sarkasme.
  • Sebaliknya, bagaimana dia bisa kembali bekerja setelah tertangkap untuk ketiga kali?
  • Ini layak dihukum mati!
  • Bagaimana mungkin pria itu masih memiliki izin mengajar? Praktis otoritas pendidikan terlibat dalam kejahatan ini.

Sumber: Livedoor